Minggu, 02 Desember 2018

PERTANIAN DILAHAN YANG SEMPIT

Johan Budi Setiawan 
522016083


Pertanian merupakan kegiatan untuk melakukan bercocok tanam. Bercocok tanam memerlukan lahan yang cukup luas agar bisa menghasilkan panen yang maksismal. Lalu selain memerlukanlahan yang luas pertanian juga memerlukan pupuk dan air yang cukup agar panen bisa di pastikan aman. Dimana tanaman yang sudah kita tanam bisa mendapatkan hasil atau buahnya. Lalu bagaimana yang tidak memiliki lahan luas, apakah masih bisa melakukan pertanian ini. Kadang rumah-rumah di kota sudah tidak memiliki pekarangan atau lahan kosong di sekitar rumahnya dikarenakan lahan sudah dimaksimalkan untuk parkir dan bangunan.
            Lalu ada solusi baru untuk ini yaitu untuk hidroponik. Hidroponik merupakan suatu cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai tempat menanam tanaman. Perbedaan bercocok tanam dengan tanah dan hidroponik yaitu, apabila dengan tanah, zat-zat makanan diperoleh tanaman dari dalam tanah. Sedangkan hidroponik, makanan diperoleh tanaman dari dalam air yang mengandung zat-zat anorganik Sistem. Hidroponik banyak digunakan untuk menanam tumbuhan holtikultura seperti tomat, paprika, sawi dan melon. Pada awalnya, sistem hidroponik identik dengan penanaman tanpa media tanah, akan tetapi sesuai dengan perkembangan teknologi, hidroponik digunakan untuk penumbuhan tanaman dengan mengontrol nutrisi tanaman sesuai dengan kebutuhannya, salah satu metode yang mulai banyak digunakan adalah nutrient film technique yang merupakan sistem hidroponik tertutup , yang mana nutrisi akan mengalir secara terus menerus atau dalam jangka waktu tertentu secara teratur. (Suprijadi, 2009:31)
Image result for hidroponik
Ada pun cara prmbuatan yang mudah yaitu :
Sediakan alat:
1.      Botol plastik air mineral bekas,
2.      Gelas plastik bekas air mineral,
3.      Jerigen plastik bekas minyak goreng,
4.      Kain untuk sumbu (kain panel lebih bagus)
5.      Nutrisi hidroponik.
6.      Media tanam (rocwool, arang sekam, kerikil, pasir malang, pecahan bata merah). Pilih yang paling mudah didapat.
Sesudah disapkan, lalu meakukan langkah-langkah berikut
1.      Potong botol menjadi 2 bagian. (atas dan bawah)
2.      Lubangi bagian atas (daerah leher botol) untuk pemasangan sumbu dan aliran udara
3.      Pasang sumbu pada bagian bawah botol
4.      Masukkan bagian atas botol ke bagian bawah botol dengan cara dibalik.
5.      Isi bagian atas botol dengan media tanam (bisa rockwool, spon, sekam bakar atau pecahan bata merah). Pilih saja mana yang paling mudah didapat. Karena fungsi media ini hanya untuk pijakan akar agar tidak rebah.
6.      Tanam bibit atau taburkan 2-3 biji bibit tanaman ke dalam media tanam.
7.      Siram dengan larutan nutrisi hidroponik.
8.      Simpan di tempat yang tidak terkena hujan tetapi masih bisa mendapat sinar matahari.


DAFTAR PUSTAKA

Suprijadi, dkk. 2009. Sistem Kontrol Nutrisi Hidroponik Dengan Menggunakan Logika Fuzzy. Oto.Ktrl.Inst 1 (1): 31-35.

0 komentar:

Posting Komentar

local times

human calender

BTemplates.com

Categories

Blog ini memiliki hak cipta pertanian . Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

About Me