PERTANIAN
DILAHAN YANG SEMPIT
Johan Budi Setiawan
522016083
Johan Budi Setiawan
522016083
Pertanian
merupakan kegiatan untuk melakukan bercocok tanam. Bercocok tanam memerlukan
lahan yang cukup luas agar bisa menghasilkan panen yang maksismal. Lalu selain
memerlukanlahan yang luas pertanian juga memerlukan pupuk dan air yang cukup agar
panen bisa di pastikan aman. Dimana tanaman yang sudah kita tanam bisa
mendapatkan hasil atau buahnya. Lalu bagaimana yang tidak memiliki lahan luas,
apakah masih bisa melakukan pertanian ini. Kadang rumah-rumah di kota sudah
tidak memiliki pekarangan atau lahan kosong di sekitar rumahnya dikarenakan
lahan sudah dimaksimalkan untuk parkir dan bangunan.
Lalu
ada solusi baru untuk ini yaitu untuk hidroponik. Hidroponik merupakan suatu
cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai tempat menanam tanaman.
Perbedaan bercocok tanam dengan tanah dan hidroponik yaitu, apabila dengan
tanah, zat-zat makanan diperoleh tanaman dari dalam tanah. Sedangkan
hidroponik, makanan diperoleh tanaman dari dalam air yang mengandung zat-zat
anorganik Sistem. Hidroponik banyak digunakan untuk menanam tumbuhan
holtikultura seperti tomat, paprika, sawi dan melon. Pada awalnya, sistem
hidroponik identik dengan penanaman tanpa media tanah, akan tetapi sesuai
dengan perkembangan teknologi, hidroponik digunakan untuk penumbuhan tanaman
dengan mengontrol nutrisi tanaman sesuai dengan kebutuhannya, salah satu metode
yang mulai banyak digunakan adalah nutrient film technique yang merupakan
sistem hidroponik tertutup , yang mana nutrisi akan mengalir secara terus
menerus atau dalam jangka waktu tertentu secara teratur. (Suprijadi, 2009:31)

Ada pun cara
prmbuatan yang mudah yaitu :
Sediakan
alat:
1. Botol
plastik air mineral bekas,
2. Gelas
plastik bekas air mineral,
3. Jerigen
plastik bekas minyak goreng,
4. Kain
untuk sumbu (kain panel lebih bagus)
5. Nutrisi
hidroponik.
6. Media
tanam (rocwool, arang sekam, kerikil, pasir malang, pecahan bata merah). Pilih
yang paling mudah didapat.
Sesudah disapkan,
lalu meakukan langkah-langkah berikut
1.
Potong botol menjadi 2 bagian. (atas dan
bawah)
2.
Lubangi bagian atas (daerah leher botol)
untuk pemasangan sumbu dan aliran udara
3.
Pasang sumbu pada bagian bawah botol
4.
Masukkan bagian atas botol ke bagian bawah
botol dengan cara dibalik.
5.
Isi bagian atas botol dengan media tanam
(bisa rockwool, spon, sekam bakar atau pecahan bata merah). Pilih saja mana
yang paling mudah didapat. Karena fungsi media ini hanya untuk pijakan akar
agar tidak rebah.
6.
Tanam bibit atau taburkan 2-3 biji bibit
tanaman ke dalam media tanam.
7.
Siram dengan larutan nutrisi hidroponik.
8.
Simpan di tempat yang tidak terkena hujan
tetapi masih bisa mendapat sinar matahari.
DAFTAR
PUSTAKA
Suprijadi, dkk. 2009. Sistem Kontrol Nutrisi Hidroponik Dengan
Menggunakan Logika Fuzzy. Oto.Ktrl.Inst 1 (1): 31-35.

0 komentar:
Posting Komentar