Minggu, 02 Desember 2018

PERTANIAN ORGANIK

J. Rian Rimpasa_522016092

Sebelumnya tujuan atau alasan mengapa saya membuat artikel ini adalah untuk berbagi pengetahuan dengan masyarakat awam dan atau generasi yang akan datang, tentang bagaimana bertani atau bercocok tanam ramah lingkungan tanpa merusak alam dan lingkungan sekitar. Karena setiap komponen tidak hanya berpikir dan beraksi untuk “saya” tetapi untuk “kita”, keseluruhan alam segala ciptaan Tuhan.
Sekarang ini kebanyakan orang dalam bercocok tanam tidak memikirkan alam atau lingkungan sekitar, banyak bahan-bahan kimia yang digunakan sehingga terjadi degradasi atau penurunan tingkat kesuburan tanah oleh residu dari input-input produksi pertanian yang berbau kimia, misal pupuk, pestisida, herbisida, fungisida yang berbahan dasar kimia. Penggunaan pupuk kimia secara terus menerus menyebabkan peranan pupuk kimia tersebut menjadi tidak efektif. Kurangnya keefektifan pupuk kimia tersebut dikarenakan tanah pertanian yang sudah jenuh oleh residu sisa bahan kimia. Astiningrum (2005) menyatakan bahwa penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dapat menyebabkan residu yang berasal dari zat pembawa (carier) pupuk nitrogen tertinggal didalam tanah sehingga akan menurunkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian. Menurut Sutanto (2006) pemakaian pupuk kimia terus menerus menyebabkan ekosistem biologi tanah tidak seimbang, sehingga tujuan pemupukan untuk mencukupkan unsur hara di dalam tanah tidak tercapai. Potensi genetis tanaman pun tidak dapat dicapai mendekati maksimal.
Pertanian Organik adalah sistem manajemen pertanian terpadu yang menghindari dan sangat membatasi penggunaan input-input produksi kimia, seperti pupuk, pestisida, herbisida, fungisida zat pengatur tumbuh dan aditif pakan. Disisi lain, pertanian organik meningkatkan kesehatan dan produktivitas diantara Flora, Fauna dan Manusia. Budidaya tanaman berwawasan lingkungan adalah suatu budidaya pertanian yang direncanakan dan dilaksanakan dengan memperhatikan sifat-sifat, kondisi dan kelestarian lingkungan hidup, dengan demikian sumber daya alam dalam lingkungan hidup dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga kerusakan dan kemunduran lingkungan dapat dihindarkan dan dapat melestarikan daya guna sumber daya alam dan lingkungan hidup.
Pertanian Organik juga tunduk pada hukum alam, segala yang ada di alam adalah berguna dan memiliki fungsi, saling melengkapi, melayani dan menghidupi untuk semua. Dalam alam ada keseimbangan ekologi dan keragaman hayati. Maka, Pertanian Organik juga menghargai keseimbangan ekologi dan keragaman hayati.


DAFTAR PUSTAKA
Astiningrum, M. 2005. Manajemen Persampahan. Majalah Ilmiah Dinamika Universitas Tidar Magelang 15 Agustus 2005. Magelang 8 Hal 
Sutanto, R. 2006. Penerapan Pertanian Organik ( Pemasyarakatan dan Pengembangannya). Kanisius. Yogyakarta
Jurnal I NYOMAN YOGI SUPARTHA GEDE WIJANA *) GEDE MENAKA ADNYANA, Aplikasi Jenis Pupuk Organik pada Tanaman Padi Sistem Pertanian Organik . Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana Jl. PB. Sudirman Denpasar 80232 Bali atau klik Link dibawah)

0 komentar:

Posting Komentar

local times

human calender

BTemplates.com

Categories

Blog ini memiliki hak cipta pertanian . Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

About Me