Pupuk Organik Padat dan Tanaman
halaman 1 dari 4
Pupuk media tanam atau pupuk yang
diaplikasikan pada media tanam adalah pupuk yang digunakan untuk memenuhi
kebutuhan unsur hara dalam media tanam. Pentingnya mengaplikasikan pupuk pada
media tanam dikarenakan bagian akar tanaman merupakan jalur utama bagi tanaman
guna memenuhi kebutuhan nutrisinya secara keseluruhan. Oleh sebab itu, nutrisi
yang terdapat pada pupuk media tanam, biasanya bersifat makro (NPK). Sedangkan,
pengaplikasian pupuk pada daun (foliar feeding) lebih ditujukan untuk
melengkapi kekurangan unsur hara / nutrisi tanaman yang bersifat mikro.
Dulu, saya berpikir, seandainya
kebutuhan nutrisi makro bagi tanaman dibuat dalam bentuk cair, tentu akan lebih
memudahkan saya melakukan aktivitas berkebun. Cukup dengan menuangkan pupuk
cair ke dalam sprayer dan menyemprotkannya di atas permukaan media tanam maka
urusan memenuhi kelayakan nutrisi media tanam sudah terselesaikan selama
periode jangka waktu tertentu.
Berangkat dari ide tersebut, eksperimen
demi eksperimen saya kerjakan untuk mendapatkan satu bentuk pupuk cair yang
dapat memenuhi kebutuhan nutrisi makro media tanam. Tentu saja, eksperimen
tersebut hanya sebatas kemampuan seorang awam. Saya tidak memiliki perlengkapan
atau pengetahuan khusus di bidang ini. Semua itu hanya dilandasi rasa
keingintahuan saja.
Bukankah judul artikel ini
memberikan gambaran tentang ulasan pupuk organik padat untuk media tanam?
Mengapa pembahasan beralih ke arah eksperimen membuat pupuk cair?
Jika di perhatikan, ada dua macam
produk pupuk sintesis untuk media tanam yang beredar di pasaran, yaitu padat
dan cair. Sedangkan produk pupuk organik untuk media tanam, cenderung hanya
dalam bentuk padat saja. Saya sendiri tidak pernah menemukan peredaran produk
pupuk organik cair untuk media tanam di pasaran. Pupuk organik cair yang umum
beredar adalah untuk diaplikasikan pada permukaan daun.
Sulitnya menemukan pupuk organik
cair untuk media tanam memberikan kontribusi rasa penasaran cukup besar di diri
saya. Sebagaimana saya nyatakan di atas, seandainya memang pupuk seperti itu di
produksi, sudah tentu akan lebih mempermudah dalam tindak perawatan tanaman,
khususnya menjaga kecukupan nutrisi makro di media tanam. Dari eksperimen
membuat pupuk organik cair yang saya telah kerjakan, saya mendapatkan ada
beberapa kondisi mendasar yang menjadikan alasan pupuk organik cair untuk media
tanam tidak pernah saya temukan di pasaran.
Jadi, tidak ada pengalihan dari
pokok pembahasan mengenai pupuk organik padat untuk media tanam. Berdasarkan
pengalaman dari hasil eksperimen membuat pupuk organik cair, saya hanya
mencoba menyajikan gambaran yang paling mendekati realita dari pentingnya
keberadaan pupuk organik dalam bentuk padat untuk media tanam.
Nutrisi
Makro dalam media tanam…
Nutrisi makro yang dibutuhkan untuk
pertumbuhan tanaman terdiri dari beberapa unsur (artikel Nutrisi untuk Tanaman), namun ada tiga
unsur utama yang mutlak tersedia keberadaannya dalam masa proses tumbuh-kembang
tanaman. Yaitu : Nitrogen (N), Fosfor (P) dan Kalium (K). Ketidakseimbangan
ketersediaan ketiga unsur tersebut akan berakibat terganggunya proses
tumbuh-kembang tanaman.
Akar merupakan bagian tanaman yang
berfungsi untuk menyerap dalam jumlah besar ketiga unsur tersebut. Jadi, sudah
dapat dipastikan bahwa peredaran ketiga unsur hara itu lebih dominan di area
sekeliling akar atau tanah atau media tanam. Ada dua cara yang biasa dilakukan
untuk menjaga kecukupan ketersediaan nutrisi makro dalam tanah, yaitu dengan
mengaplikasikan pupuk padat sintesis dan organik.
Pada pupuk sintesis padat, unsur
hara yang dihasilkan sudah dalam bentuk unsur itu sendiri, tidak ada proses
penguraian. Pupuk akan terkikis dengan sendirinya secara bertahap dan bisa
langsung diserap akar. Dengan demikian, waktu penyerapan unsur hara oleh akar
tanaman berlangsung dalam waktu relatif singkat setelah pupuk diaplikasikan.
Kondisi proses yang sama, juga berlaku pada beberapa jenis bahan pupuk organik
padat. Namun, mayoritas pupuk organik padat memerlukan waktu untuk proses
penguraian. Sehingga, unsur hara baru bisa diserap tanaman setelah terjadi
proses penguraian.
Kelebihan dari pupuk organik padat
adalah bahan organik yang menjadi bahan dasar untuk pupuk itu sendiri. Baik
dalam keadaan masih baru atau pun sudah menjadi ampas, bahan organik tersebut
dapat dikonsumsi oleh mikro organisme di media tanam. Sehingga masa
ketersediaan unsur hara menjadi lebih lama dibanding dengan pupuk sintesis.
Dengan tersedianya makanan bagi mikro organisme ini, secara otomatis akan lebih
mengaktifkan aktivitas mikro organisme dalam media tanam. Aktivitas mikro
organisme ini berdampak terhadap kuantitas ketersediaan unsur hara dalam media
tanam tempat mereka tinggal.
Kekurangan terbesar dari pupuk
organik padat adalah tidak semua bahan organik yang menjadi dasar utama pupuk
memiliki komposisi unsur hara yang sama. Bahan yang berbeda, memiliki kandungan
berbeda pula. Selain itu, tingkat kepadatan bahan juga menentukan lamanya waktu
penguraian. Semakin keras, semakin lama waktu penguraian yang dibutuhkan.
Kondisi ini menjadi semakin rumit karena bahan organik yang sama belum tentu
memiliki kandungan nutrisi / unsur hara yang sama.
Ketidakseragaman kandungan nutrisi
dan waktu yang dibutuhkan untuk proses penguraian menjadikan pupuk organik
padat sulit diandalkan untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan nutrisi tertentu
dalam waktu yang relatif singkat sebagaimana pupuk sintesis padat. Walaupun
kondisi bahan yang sulit terurai dapat diatasi dan dipersingkat dengan
menjadikan fisik bahan organik dalam bentuk lebih kecil (serpihan / butiran),
tetap saja dibutuhkan waktu untuk serpihan / butiran itu akhirnya bisa terurai.
Anonim
hy apa kabar?
BalasHapus